CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

Naik Tipis, IHSG Seolah Mencari Pijakan Jelang Hasil BI Rate

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan. IHSG dibuka terkoreksi 0,19% di 6.847,53 pada perdagangan hari ini, Kamis (20/10/2022). Selang 5 menit terpantau IHSG berbalik menghijau 0,20% ke 6.874,23.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan memfokuskan perhatiannya ke Bank Indonesia (BI), di mana pada hari ini, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI selama dua hari akan dirilis.

BI diperkirakan melanjutkan kebijakan agresif pada bulan ini. Proyeksi tersebut sejalan dengan data historisnya di mana bank sentral tak ragu mengerek suku bunga tinggi saat ketidakpastian global meningkat.

Polling CNBC Indonesia yang melibatkan 13 lembaga/institusi memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bp pada hari ini

Artinya, ada kemungkinan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bp selama dua bulan beruntun setelah melakukan yang sama pada September lalu.

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan BI kemungkinan besar akan melakukan agresif pada pekan ini.

“Situasi pada Oktober jelas tidak kondusif dibandingkan pada dua bulan sebelumnya.Yielddi tingkat global meningkat yang membuat rupiah terus tertekan. BI juga relatif terlambat dalam menaikkan suku bunga dibandingkan bank sentral lain,” tutur Satria dalam laporannyaIs 75-point rate hike possible from BI?.

Bahkan, proyeksi paling ekstrem pun muncul, di mana BI akan mempertimbangkan kenaikan 75 bp, meskipun kecenderungan mengarah kepada dosis 50 bp.

Hal tersebut diungkapkan dalam laporan riset dari Bahana Sekuritas yang disusun oleh Kepala Ekonom, Putera Satria Sambijantoro dan timnya.

“Kenaikan suku bunga 75 bp secara aktif dipertimbangkan dalam pertemuan itu (RDG). Walaupun, pejabat BI akhirnya menyelesaikan dengan kenaikan suku bunga 50 bps, banyak yang sebenarnya condong ke arah pergerakan 75 bp daripada hanya 25 bp, karena mereka khawatir tentang penyempitan perbedaan hasil dengan AS dan potensi kenaikan kuat dalam inflasi inti domestik,” tulis Bahana Sekuritas, dalam laporannya, Rabu (19/10/2022).

Dengan demikian, kecenderungan kenaikan 50 bp cukup kuat sesuai konsensus ekonom. Namun, Bahana melihat dosis 75 bp menjadi 5,0% dapat dilakukan jika BI ingin menanamkan kepercayaan ke pasar.

Selain itu, BI tertinggal di belakang bank sentral lainnya. Kondisi saat ini, likuiditas dolar perlahan susut di pasar. Jelas ini masa-masa sulit setelahwindfall profitdari kenaikan harga komoditas reda.

Sejalan dengan itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo telah memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga yang dilakukan BI akan bersifat ‘frontloading’.

Ini jelas membuka kemungkinan kenaikan yang cukup tinggi dari suku bunga acuan, BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) bulan Oktober ini.

Pelaku pasar tentunya menunggu kepastian seberapa besar suku bunga akan dinaikkan. Jika kenaikan hanya 25 bp, bisa menjadi sentimen negatif, sebab selisih suku bunga dengan The Fed akan semakin menyempit.

SUMBER : cnbcindonesia