CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

IHSG Sudah Mulai Kehilangan Tenaga, Ada Apa Nih?

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan kemarin (10/2/2022) setelah mencetak rekor penutupan all time high pada perdagangan kemarin lusa.

IHSG terkoreksi 0,16% di level 6.823,64. Namun saat IHSG terkoreksi, asing masih agresif borong saham-saham RI yang tercermin dari net buy di pasar reguler sebesar Rp 1,56 triliun.

Penurunan IHSG merupakan sebuah koreksi yang sehat karena sebelumnya sudah menguat terus dan mencetak rekor baru.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate di 3,5% sesuai dengan konsensus pasar.

Selain itu dari perkembangan Covid-19, kasus harian di dalam negeri tembus angka 40.618 dengan DKI Jakarta menyumbang lebih dari seperempatnya di angka 11.090 kasus.

Untuk hari ini investor dan pelaku pasar perlua mencermati sejumlah sentiment terutama kinerja Wall Street yang tertekan karena inflasi AS yang naik tajam di atas ekspektasi pasar.

Inflasi AS di bulan Januari 2022 naik 0,6% month on month (mom) dari bulan Desember 2021 dan naik 7,5% year on year (yoy) sebagai catatan ini merupakan inflasi tertinggi AS sejak 4 dekade terakhir atau tepatnya 1982.

Selain sentimen tersebut, pelaku pasar juga perlu mencermati faktor teknikal untuk melihat arah pergerakan IHSG hari ini. Berikut ulasannya

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG kemarin dan indikator BB, tampak bahwa indeks berada dekat dengan level resistennya di 6.838.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI cenderung bergerak turun yang menunjukkan penguatan momentum jual. Terakhir, RSI masih berada di level 63,91 turun dari level sebelumnya di 67. Namun dengan perkembangan tersebut indeks belum menunjukkan adanya indikasi jenuh beli.

Apabila menggunakan indikator teknikal lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), tampak garis EMA 12 berada di atas garis EMA 26 dan bar histogram bergerak naik.

Jika melihat indikator teknikal maka ada peluang IHSG menguat namun cukup terbatas. Indeks berpotensi menguji level 6.800-6.838 untuk hari ini.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Sumber : CNBC INDONESIA