CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

IHSG Dibuka Galau Parah, Ngekor Bursa Asia

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka cenderung volatil pada perdagangan sesi I Rabu (28/5/2024), meski ada sedikit kabar baik dari Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan sesi I hari ini, IHSG dibuka naik tipis 0,02% ke posisi 7.254,82. Selang enam menit setelah dibuka, IHSG justru berbalik arah ke zona merah yakni melemah 0,55% menjadi 7.213,77.

Nilai transaksi indeks pada awal sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 1 triliun dengan volume transaksi mencapai 1 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 73.928 kali.

Pergerakan IHSG pada hari ini cenderung mengikuti pergerakan bursa Asia-Pasifik yang juga melemah, meski dari Amerika Serikat (AS) sendiri, bursa saham Wall Street cenderung bergairah.

Indeks Nikkei 225 Jepang, Shanghai Composite China, dan Straits Times Singapura turun tipis masing-masing 0,09%, 0,01%, dan 0,07%, sedangkan Hang Seng Hong Kong merosot 0,86%, ASX 200 Australia melemah 0,68%, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,79%.

Merananya IHSG terjadi di tengah melonjaknya imbal hasil (yield) Treasury AS hingga menyentuh level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, setelah lemahnya lelang utang pemerintah AS.

Yield Treasury acuan tenor 10 tahun naik 7,5 basis poin menjadi 4,548%, setelah lelang surat utang 5 tahun Departemen Keuangan AS senilai US$ 70 miliar dipenuhi dengan permintaan yang lemah.

Selain itu, koreksi IHSG terjadi meski data indeks keyakinan konsumen (IKK) AS versi Conference Board untuk periode Mei 2024 kembali pulih. Conference Board melaporkan IKK Negeri Paman Sam pada Mei 2024 naik menjadi 102, dari sebelumnya pada April lalu di angka 97.

Hal ini menandakan bahwa konsumen mulai kembali optimis setelah pada bulan lalu sempat pesimis. IKK menggunakan angka 100sebagai titik mula. Jika di atas 100, maka berarti konsumen optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini hingga 6 bulan mendatang. Sebaliknya, jika di bawah 100, maka konsumen pesimis terhadap kondisi ekonomi saat ini hingga 6 bulan mendatang.

Di lain sisi, investor juga masih mengantisipasi jadwal pembagian dividen beberapa emiten pada hari ini, di mana beberapa emiten juga akan jatuh tempo cum date dan ex date dividen tunai pada hari ini, meski emiten-emiten tersebut tidak sebesar beberapa hari sebelumnya.

Selain itu, rencana pemberlakuan kewajiban pungutan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menjadi isu panas saat ini. Gaji dan upah, atau penghasilan para pekerja di Indonesia akan kena potongan tambahan untuk simpanan Tapera.

Rencana pemungutan Tapera ini mendapat penolakan keras dari masyarakat hingga pengusaha.

Pungutan dikhawatirkan akan membuat semakin banyak masyarakat yang tertekan karena penghasilannya berkurang karena banyaknya iuran yang harus dibayar pekerja. Kondisi ini bisa menekan konsumsi masyarakat dan penjualan perusahaan.

Tidak hanya keuntungan perusahaan yang berkurang tetapi juga ekonomi akan ikut melambat. Emiten-emiten yang terkait dengan consumer goods dan sektor keuangan bisa terdampak karena jika pungutan terus meningkat maka permintaan barang dan kredit bisa melemah.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga akan berkurang karena semakin sedikit masyarakat yang bisa menabung.

Namun, di sisi lain, beberapa emiten mungkin akan diuntungkan karena ada pengalihan investasi dari BP Tapera ke saham-saham tertentu. Emiten di sektor properti dan semen berpotensi cuan dari Tapera karena pembangunan rumah seharusnya akan meningkat.

SUMBER : CNBC INDONESIA