Jakarta, 5 Mei 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,61% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87% maupun pertumbuhan pada triwulan IV-2025 yang tercatat 5,39%. Pertumbuhan ini juga melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5,3%–5,4%.
BPS mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh kuatnya konsumsi masyarakat dan peningkatan belanja pemerintah. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 21,81% yoy. Sementara konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52% dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 5,96%.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun ini. Momentum Ramadan dan Idulfitri, meningkatnya mobilitas masyarakat, pencairan THR dan gaji ke-14, hingga berbagai stimulus pemerintah turut mendukung pertumbuhan konsumsi domestik.
Dari sisi produksi, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14% yoy. Kinerja positif sektor ini didorong meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode libur keagamaan dan tingginya konsumsi pada sektor restoran, hotel, serta pariwisata.
Meski tumbuh kuat secara tahunan, ekonomi Indonesia secara kuartalan mengalami kontraksi sebesar 0,77% dibandingkan triwulan IV-2025 (quarter to quarter/qtq). Penurunan ini dinilai sebagai pola musiman yang umum terjadi setelah tingginya aktivitas ekonomi pada akhir tahun.
Secara regional, Pulau Jawa masih mendominasi struktur ekonomi nasional dengan kontribusi sebesar 57,24% terhadap PDB Indonesia dan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79% yoy pada triwulan I-2026.
Sumber : Berita Resmi Bps.go.id






