CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

10 Saham Ini Diam-diam Laris Diborong Asing Kala IHSG Lesu

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah sehari sebelumnya ditutup menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah. Indeks ditutup melemah 0,58% ke posisi 7.299,635. pada penutupan perdagangan Rabu (17/1/2024).

IHSG sempat ambles lebih dari 1% dan turun ke level psikologis 7.100. Namun di akhir perdagangan, koreksi IHSG terpangkas dan kembali ke level psikologis 7.200.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan kemarin mencapai sekitaran Rp11,41 triliun dengan melibatkan 23,88 miliar saham. Sebanyak 197 saham naik, 333 saham turun, dan 242 saham stagnan.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) jumbo, yakni sebesar Rp1,07 triliun di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp933,95 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp136,68 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Di samping itu, asing juga melakukan pembelian bersih terhadap sejumlah saham, yang menadahi tekanan terhadap IHSG. Mengutip RTI Business, berikut net foreign buy perdagangan kemarin.

1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp199,2 miliar

2. PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) – Rp52,7 miliar

3. PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) – Rp26,6 miliar

4. PT Bank Jago Tbk. (ARTO) – Rp21,1 miliar

5. PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) – Rp15,2 miliar

6. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) – Rp8,9 miliar

7. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp8,6 miliar

8. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) – Rp8,2 miliar

9. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) – Rp7,7 miliar

10. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) – Rp7,2 miliar

SUMBER : CNBC Indonesia