Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat namun cenderung terbatas pada perdagangan sesi I Kamis (13/7/2023), di tengah cerahnya bursa saham global setelah dirilisnya data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Juni 2023.
Pada awal perdagangan sesi I pukul 09:32 WIB, IHSG naik 0,11% ke posisi 6.815,5. IHSG masih bertahan di level psikologis 6.800 pada awal perdagangan sesi I hari ini.
Secara sektoral, sektor kesehatan menjadi penopang terbesar penguatan IHSG pada sesi I hari ini, yakni sebesar 1,5%.
Beberapa saham juga turut menjadi penopang IHSG, sehingga indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut kembali menguat.
Berikut saham-saham yang menopang IHSG di sesi I hari ini.
Emiten | Kode Saham | Indeks Poin | Harga Terakhir | Perubahan Harga |
GoTo Gojek Tokopedia | GOTO | 4,36 | 109 | 0,93% |
Bank Mandiri | BMRI | 2,42 | 5.325 | 0,47% |
Kalbe Farma | KLBF | 2,01 | 2.040 | 2,00% |
Elang Mahkota Teknologi | EMTK | 1,20 | 780 | 4,70% |
Indofood CBP Sukses Makmur | ICBP | 0,92 | 11.825 | 1,50% |
Sumber: Refinitiv & RTI
Saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi penopang terbesar IHSG pada awal sesi I hari ini yakni sebesar 4,4 indeks poin.
Selain itu, seiring cerahnya sektor kesehatan, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga menjadi salah satu penopang IHSG pada awal sesi I hari ini, yakni sebesar 2,01 indeks poin.
IHSG yang berhasil kembali menguat sejalan dengan menghijaunya bursa saham global, setelah dirilisnya data inflasi AS periode Juni 2023.
Kemarin malam waktu Indonesia, inflasi konsumen (consumer price index/CPI) AS periode Juni 2023 naik 3% (year-on-year/yoy), lebih rendah dari posisi Mei lalu yang tumbuh 4%. Angka ini juga sedikit lebih baik dari prediksi pasar disurvei oleh Dow Jones sebesar 3,1%.
Laju inflasi Juni juga menjadi yang terendah sejak Maret 2021 di mana inflasi menyentuh 2,6%.
Secara bulanan (month-to-month/mtm), CPI Negeri Paman Sam juga melandai mencapai 0,2% pada Juni 2023, dari sebelumnya yang naik 0,1% pada Mei lalu. CPI bulanan juga jauh di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksi inflasi akan ada di angka 0,3%.
CPI bulanan dipicu oleh sektor perumahan serta makanan. Kendati demikian, harga pangan AS hanya naik 0,1% (mtm) pada Juni, lebih rendah dibandingkan 0,2% (mtm) pada Mei.
Sementara itu, CPI inti AS mencapai 4,8% (yoy) pada Juni 2023, dari sebelumnya naik 5,3% (yoy) pada bulan sebelumnya. Secara bulanan, CPI inti mencapai 0,2% (mtm) pada Juni tahun ini, lebih rendah dibandingkan 0,4% pada Mei.
CPI inti juga jauh di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksi CPI inti di angka 5% (yoy) dan 0,3% (mtm).
Dengan inflasi konsumen yang melandai, bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) diharapkan bisa melunak secepatnya.
Chairman The Fed, Jerome Powell sudah mengisyaratkan jika The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan setelah menahan suku bunga pada Juni di kisaran 5,0-5,25%.
Pasar kini berekspektasi 94,2% jika The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada akhir bulan ini. Ekspektasi cenderung sedikit meningkat dibandingkan pada semalam waktu Indonesia yang masih sebanyak 93%.
Namun, penguatan IHSG pada hari ini cenderung terpangkas karena IHSG sudah menguat selama tiga hari beruntun.
SUMBER : CNBC INDONESIA