CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

IHSG Cerah Lagi, 7 Saham Big Cap Ini Pendorongnya

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali menguat pada perdagangan sesi I Senin (13/11/2023), di tengah minimnya sentimen pasar pada hari ini.

Per pukul 10:03 WIB, IHSG menguat 0,41% ke posisi 6.837,048. IHSG hingga sesi I hari ini masih bertahan di level psikologis 6.800.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini mencapai sekitaran Rp 2,2 triliun dengan melibatkan 4 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 368.720 kali. Sebanyak 252 saham terapresiasi, 214 saham terdepresiasi dan 222 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor infrastruktur menjadi penopang terbesar IHSG pada sesi I hari ini, yakni sebesar 0,41%.

Selain itu, beberapa saham juga turut menjadi penopang IHSG. Berikut saham-saham yang menopang IHSG di sesi I hari ini.

EmitenKode SahamIndeks PoinHarga TerakhirPerubahan Harga
Barito Renewables EnergyBREN8,825.3001,44%
Amman Mineral InternasionalAMMN5,937.0252,93%
Bank Mandiri (Persero)BMRI4,635.8250,87%
Bank Central AsiaBBCA3,498.8750,57%
Bayan ResourcesBYAN2,4419.1501,59%
GoTo Gojek TokopediaGOTO2,10782,63%
United TractorsUNTR1,2423.3250,97%

Sumber: Refinitiv & RTI

Emiten energi baru dan terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 8,8 indeks poin. Saham BREN kembali dibuka suspensinya per sesi I hari ini.

IHSG menguat di tengah minimnya sentimen pasar pada hari ini. Hal ini karena tidak ada perilisan data yang berdampak cukup besar sehingga diharapkan pasar tidak mengalami gejolak harga yang terlalu volatil hari ini.

Meski begitu, pasar masih menimbang dampak dari sentimen pasar pada pekan lalu, di mana salah satunya yakni aksi outflow investor asing yang kembali terjadi di pasar keuangan RI pada pekan lalu.

Bank Indonesia (BI) mengumumkan untuk data transaksi 6-9 November terjadi capital outflow sebab investor asing melakukan net sell di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp 1,27 triliun (jual neto Rp 1,59 triliun di pasar SBN, jual neto Rp 1,35 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp 1,66 triliun di SRBI).

Sementara dari luar negeri, Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell mengumumkan bahwa inflasi cukup sulit mencapai target yang ditentukan, sehingga memungkinkan adanya pengetatan kembali.

Pernyataan ini mematahkan harapan pelaku pasar yang telah menyaksikan pelemahan data tenaga kerja AS sebagai indikator melunaknya The Fed.

Alhasil, perangkat FedWatch menunjukkan 14,1% pelaku pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin (bp). Sedangkan persentase lebih besar yakni sebesar 26% pelaku pasar justru meyakini The Fed akan menaikkan suku bunganya pada Januari 2024 menjadi 5,50-5,75%.

SUMBER : CNBC Indonesia