CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

IHSG Bisa Tembus Rp7.700 Tahun Depan, Cek Saham Ini

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan volatil pada 2024. Kendati demikian IHSG diperkirakan bisa menyentuh Rp7.700 di tengah kondisi politik dan ekonomi global yang masih belum stabil.

Chief Investment Officer Sinar Mas Asset Management Genta Wira Anjalu mengatakan, transisi politik dan konflik geopolitik adalah kontributor utama yang membuat bursa Indonesia bergerak volatil.

“Untuk 2024 kita menargetkan di 7.700. Apakah akan ada window dressing? ini sulit diprediksi,” ujar Genta dalam acara Sinarmas Sekuritas 2024 Market Outlook, pada Kamis, (2/11/2023).

Target IHSG tersebut mempertimbangkan rasio PE forward 13,1x dengan tingkat pertumbuhan laba sebesar 10%. Target tersebut cukup konservatif karena merefleksikan level rasio PE pada standar deviasi -1.

Genta melihat, situasi pasar saham masih terpengaruh negatif atas kondisi global. Konflik perang Rusia-Ukraina, Israel-Hamas, dan kondisi geopolitik lain yang memanas dianggap bisa berdampak secara tidak langsung kepada pelemahan IHSG.

Pasalnya bila perang meletus, harga minyak naik dan batu bara mengalami stagnansi. Dengan demikian pemerintah Indonesia akan mengeluarkan beberapa instrumen penyeleamatan untuk menekan dampak ekonomi ke Indonesia, seperti penerbitan obligasi.

Kondisi seperti itu akan membuat rupiah melemah, inflasi naik, dan membuat IHSG mengalami koreksi. 

Selain itu, pelemahan ekonomi China dianggap akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dibandingkan dengan perekonomian AS dan Uni Eropa.

Menurut prediksi, jika pertumbuhan China turun 0,9% dan AS turun 0,96%, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun 0,09%. Di skenario yang lebih pesimis, analis bahakn memrediksi ekonomi Indonesia akan terkoreksi hingga 0,2% di tahun depan.

Meski demikian, investor masih dapat memanfaatkan semarak tahun politik untuk memilih beberapa saham pilihan di tahun depan. Sektor konsumsi dan telekomunikasi adalah dua diantaranya.

“Oleh karena itu, kami meyakini bahwa saham pilihan pada sektor konsumsi dan telekomunikasi mash dapat membukukan performa yang baik pada tahun 2024, didorong katalis pemilu dan konsumsi yang membaik,” ujarnya.

SUMBER : CNBC Indonesia