CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

Duh Gaswat, IHSG Sempat Dibuka Longsor 1% Tapi Terus Rebound

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah mengekor bursa saham Asia yang mayoritas melemah pada perdagangan Jumat (11/3/2022). IHSG dibuka terkoreksi 0,74% ke level 6.872,53.

IHSG sempat longsor 1,01% ke level 6.853,85 namun pada pukul 09.05 WIB, IHSG memangkas koreksi menjadi 0,73% dan berada di level 6.873,12l . Asing juga terpantau melakukan aksi jual, dengan net sell sebesar Rp 45 miliar di pasar reguler.

Bursa saham Asia juga mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan hari ini.

Untuk perdagangan hari ini ada beberapa sentimen yang patut dicermati investor. Pertama adalah Wall Street yang melemah karena inflasi AS yang semakin ganas.

Inflasi AS per Februari melesat sebesar 7,9% (secara tahunan), menjadi yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir, dan melampaui ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memprediksi angka 7,8%. Secara bulanan, inflasi tercatat 0,8%, atau lebih tinggi dari estimasi sebesar 0,7%.

Banyak pelaku pasar yang khawatir bahwa ekonomi AS akan kembali ke tahun 1970-an di mana di saat tersebut negeri Paman Sam berada dalam salah satu periode terburuknya karena mengalami stagflasi.

Dari Benua Biru, bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mempertahankan suku bunga acuannya, namun ECB mengatakan bakal mengakhiri program pembelian obligasi pada kuartal III tahun ini.

Namun penghentian pembelian obligasi tersebut dengan catatan bahwa data-data ekonomi sudah meyakinkan. Salah satunya adalah inflasi. Tidak hanya di AS saja yang mengalami peningkatan inflasi, negara-negara Eropa juga menghadapi hal serupa dan terancam mengalami stagflasi.

SUMBER : www.cnbcindonesia.com