CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

IHSG Selalu Ambruk Sebelum & Setelah Libur Panjang, Emang Iya?

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (21/5/2024) kemarin, di mana investor sepertinya sedang melakukan aksi profit taking setelah beberapa hari sebelumnya cerah bergariah.

IHSG ditutup ambles 1,11% ke posisi 7.186,04. IHSG terkoreksi kembali ke level psikologis 7.100, setelah beberapa hari sebelumnya sempat bangkit ke level psikologis 7.300.

Nilai transaksi indeks pada akhir perdagangan kemarin mencapai sekitar Rp 12 triliun dengan volume transaksi mencapai 15 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 1,2 juta kali. Sebanyak 211 saham terapresiasi, 350 saham terdepresiasi, dan 213 sisanya cenderung stagnan.

Tercatat ada tiga sektor yang menjadi penekan IHSG di hari ini, yakni sektor konsumer non-primer yang mencapai 1,62%, sektor keuangan sebesar 1,54%, dan sektor property sebesar 1,17%.

Investor asing tercatat kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga mencapai Rp 1,21 triliun di pasar reguler. Padahal kemarin, net sell asing sudah mulai jauh berkurang yakni mencapai Rp 75,63 miliar.

IHSG Cenderung Merana Menjelang Libur Panjang?

IHSG ambles pada perdagangan kedua di pekan ini, di mana pada pekan ini perdagangan pasar keuangan Indonesia hanya berlangsung selama tiga hari saja, seperti pada awal Mei lalu.

Cenderung pendeknya perdagangan pekan ini membuat investor cenderung kurang bergairah untuk memburu saham dan cenderung melakukan aksi profit taking.

Namun sejatinya, dari awal tahun hingga kemarin, kinerja IHSG menjelang libur panjang atau setelah libur panjang cenderung imbang, di mana jumlah koreksi dengan penguatan sama-sama sebanyak lima kali.

Namun, ada periode di mana IHSG juga sempat terkoreksi parah hingga lebih dari 1%, yakni tepatnya setelah libur panjang hari Wafat Yesus Kristus dan setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Sehari setelah libur panjang Wafat Yesus Kristus pada 29-31 Maret lalu, tepatnya di perdagangan 1 April Maret, IHSG ditutup ambles 1,15%. Begitu juga sehari setelah libur panjang Idul Fitri atau Lebaran yang jatuh cukup lama yakni 8-15 April. Sehari kemudian yakni pada 16 April, IHSG kembali ambruk hingga 1,68%.

Namun, selain libur panjang tersebut, sejatinya kinerja IHSG masih cukup baik. Ada yang terkoreksi, adapula yang berhasil menguat.

Berikut kinerja IHSG sebelum dan setelah libur panjang di 2024.

Khusus untuk kinerja IHSG setelah libur Lebaran, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, mulai dari sentimen global yang memburuk di mana salah satunya yakni serangan Iran terhadap Israel, di mana serangan ini disinyalir sebagai aksi balasan akibat konsulat Iran di Damaskus tewas di tangan Israel.

Akibatnya, pasar keuangan global pun goyah setelah aksi balasan ini. Namun di Indonesia, dampak dari serangan ini baru terjadi pada 16 April atau sehari setelah libur panjang Lebaran berakhir. Pada perdagangan 16 April, koreksi parah IHSG pun tidak terhindarkan.

Sementara pada 1 April lalu, amblesnya IHSG terjadi karena pada saat itu, sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) kembali berlanjut, setelah libur panjang Wafat Yesus Kristus.

Namun selain dari dua libur panjang tersebut, kinerja IHSG masih terbilang baik, karena sentimen pasar pada saat itu tidak membuat pasar khawatir, sehingga koreksinya mungkin masih dinilai wajar bahkan beberapa perdagangan IHSG terlihat masih berhasil menguat.

SUMBER : CNBC INDONESIA