CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

IHSG Hanya Istirahat Sejenak, Hari Ini Gas Lagi!

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,36% ke level 7.037,2 pada perdagangan Rabu (30/3/2022).

Indeks lanjut menguat 0,42% ke level 7.042,53 pada 09.10 WIB. Di pasar reguler asing net buy Rp 47,5 miliar. Namun di pasar negosiasi dan tunai asing net sell Rp 431 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi dua saham yang paling banyak diborong oleh asing dengan net buy Rp 26,6 miliar dan Rp 13,5 miliar.

Sedangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Aces Hardware Indonesia Tbk (ACES) keduanya paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp 7,8 miliar dan Rp 1,9 miliar.

Mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona hijau pagi ini, kecuali indeks Nikkei yang justru malah terkoreksi 1,16%.

Untuk perdagangan hari ini, perkembangan negosiasi Rusia dengan Ukraina bisa menjadi katalis positif untuk berbagai aset berisiko.

Deputi Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin mengatakan bahwa Negeri Beruang Merah akan menurunkan aktivitas militernya secara signifikan di sekitar Ibu Kota Ukraine Kyiv.

Kabar tersebut membuat harga minyak mentah dunia pun melorot. Di sisi lain pasar saham AS ditutup menguat cukup tajam semalam.

Indeks Dow Jones naik 0,97%. Sementara itu indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite melesat 1,23% dan 1,84%.

Namun yang masih tetap menjadi pantauan pelaku pasar saat ini adalah inversi yield obligasi pemerintah AS (US Treasury).

Yield US Treasury 5 tahun kini masih berada di level yang lebih tinggi dari yield tenor 30 tahun. Terakhir, yield US Treasury 5 tahun berada di 2,54% sedangkan untuk yield 30 tahun berada di 2,53%.

Inversi yield menunjukkan bahwa risiko jangka pendek lebih besar dari risiko jangka panjang. Pembalikan yield ini juga secara historis menjadi leading indicator akan terjadinya resesi di perekonomian AS.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia, risiko stagflasi di AS yang meningkat dapat berdampak pada negara-negara lain termasuk Indonesia. Ini yang patut diwaspadai.

(trp/trp)

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com