CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

IHSG Galau, Hijau Sesaat Kemudian Turun Nyaris 0,5%

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan ini di zona hijau, Senin (23/5/2022). IHSG melanjutkan apresiasi setelah sebelumnya 4 hari beruntun menguat.

IHSG dibuka menguat 0,18% di level 6.930,94. IHSG terpantau masih menghijau 0,07% di level 6.923,51 pada 09.07 WIB. Meskipun demikian pada 9:15 WIB IHSG mulai berbalik arah setelah terkoreksi 0,49% ke level 6.84,11.

Pada perdagangan pagi hari ini, investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp 5,6 miliar di seluruh pasar.

Saham BBCA dan BMRI menjadi yang paling banyak dibeli dengan nilai net buy sebesar masing-masing Rp 38 miliar dan Rp 13 miliar.

Sedangkan saham BBRI dan TLKM menjadi yang paling banyak dijual dengan nilai net sell sebesar masing-masing Rp 22 miliar dan Rp 16 miliar.

Dari pasar modal AS, aksi jual saham selama beberapa pekan terakhir mencapai intensitas baru pada hari Jumat, dengan Wall Street tampaknya sudah berada di ujungbull marketyang telah berlangsung sejak pandemi memukul pasar keuangan.

Pada satu titik perdagangan hari terakhir pekan lalu, indeks S&P 500 sempat ambles setidaknya 20% di bawah puncaknya di Januari-atau yang lebih dikenal sebagaibear market. Akan tetapi reli jelang akhir perdagangan akhirnya mampu mendorong indeks untuk ditutup naik tipis kurang dari 0,1% di zona hijau.

Meski batas bear marketdapat diperdebatkan, angka 20% tersebut dapat berfungsi sebagai sinyal yang menunjukkan bahwa investor telah berubah pandangan dengan menjadi lebih pesimistis akan kondisi pasar modal.

Ekonom di Goldman Sachs memperkirakan ada kemungkinan 35% ekonomi AS memasuki resesi dalam dua tahun ke depan. Perlambatan ekonomi, secara historis menjadi berita buruk bagi pasar saham: Sejak ke Perang Dunia II, S&P 500 telah jatuh rata-rata 30% dari puncak ke posisi terendah selama resesi.

Dari dalam negeri, pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) merupakan agenda yang kemungkinan paling dipantau pasar pekan ini. BI akan menggelar RDG bulanan pada Senin dan Selasa pekan depan (23-24 Mei)sekaligus mengumumkan kebijakan moneternya.

Sejumlah ekonom dan analis meyakini Bank Indonesia tidak akan menaikkan BI-7Day Reverse Repo Rate bulan ini. Namun, beberapa dari mereka ada yang memperkirakan bank sentral RI akan mengerek suku bunga mulai Mei ini.

Ekonom OCBC Wellian Wiranto memperkirakan BI akan mulai menaikkan suku bunga acuan Mei ini karena inflasi sudah terlalu tinggi.

Pasar saham Asia cenderung bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini. Indeks Hang Seng Hong Kong terpantau memimpin pelemahan dengan koreksi 0,68%. Sementara itu indeks Nikkei 225 Jepang justru menguat 0,71%.

SUMBER : cnbcindonesia.com