CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Bertengger di Rp16.980

Uncategorized

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (31/3/2026), di tengah koreksi tipis dolar AS di pasar global.
Merujuk data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan di zona hijau dengan terapresiasi tipis 0,03% ke posisi Rp16.980/US$. Penguatan ini terjadi setelah di perdagangan sebelumnya, Senin (30/3/2026), rupiah ditutup melemah 0,15% ke level Rp16.985/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah pada pagi ini. Per pukul 09.00 WIB, DXY turun 0,15% ke posisi 100,358. Meski terkoreksi, posisi indeks tersebut masih berada di level tinggi setelah sempat menyentuh 100,61 pada perdagangan Senin kemarin, yang merupakan level tertingginya sejak Mei tahun lalu.

Kondisi tersebut tercermin dari kinerja dolar AS yang mencatat penguatan signifikan sepanjang Maret ini. Indeks dolar bahkan menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2025, dengan penguatan sekitar 2,9% sepanjang bulan ini.

Artinya, permintaan terhadap dolar masih sangat kuat di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko perlambatan ekonomi global.

Tekanan pasar kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada Senin kemarin memperingatkan bahwa Washington akan menghancurkan fasilitas energi dan sumur minyak Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran menilai proposal damai AS tidak realistis dan kembali meluncurkan rudal ke Israel.

Sentimen negatif juga datang dari laporan bahwa sebuah kapal tanker minyak Kuwait yang tengah berlabuh di Dubai terkena serangan Iran. Insiden ini semakin memicu kenaikan harga minyak dan memperbesar kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell sebenarnya telah meredam spekulasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Ia menegaskan bank sentral AS masih mengambil pendekatan wait and see dan menyebut ekspektasi inflasi jangka panjang masih terjaga.

Pernyataan itu sempat menekan imbal hasil obligasi tenor pendek AS, tetapi belum cukup untuk melemahkan dolar, karena mata uang tersebut tetap diburu sebagai aset aman saat prospek pertumbuhan ekonomi global memburuk.

SUMBER : CNBC Indonesia